Pengujian Aplikasi Web
Pengujian
(Testing) adalah instrumen penting dalam pengembangan aplikasi web untuk
mendapatkan produk yang berkualitas dan seperti yang diharapkan
pengguna .
•Testing adalah sebuah aktivitas untuk mengevaluasi
kualitas dari sebuah produk dan untuk memperbaiki produk dengan
mengidentifikasi kerusakan dan masalahnya.
Kesalahan (Error) terjadi jika hasil dari jalannya testing tidak sama dengan hasil yang diharapkan.
•Error
adalah perbedaan antara nilai atau kondisi yang dihitung, diobservasi,
diukur dengan kenyataan, spesifikasi dan kebenaran teori (IEEE standard
610.12-1990).
Level Testing
•Unit Test
-Merupakan pengujian unit terkecil seperti Classes, Web pages, dsb.
- Pengujian yang berdiri sendiri
- Dilakukan selama implementasi
•Integration Test
Mengevaluasi interaksi unit terintegrasi yang di tes secara berbeda dan terpisah
•System Test
- Merupakan testing yang komplit.
- Sistem yang terintegrasi.
•Acceptance Test
- Mengevaluasi sistem dalam organisasi dengan bantuan klien yang berada dalam lingkungan sistem
yang dekat dengan lingkungan produksi.
- Menggunakan kondisi dan data real.
•Beta Test
Merupakan tes yang informal (tanpa rencana dan kasus) yang mempercayakan pada kreativitas
pengguna yang potensial.
Pengujian Situs Web
Penguji Situs Web dibagi 2
- Pengujian di Local Host (Sebelum mengupload situs web, dilakukan pengujian di server lokal terlebih dahulu.)
- Pengujian di Internet (Setelah diupload dilakukan pengujian untuk memastikan bahwa web telah siap untuk digunakan.)
Pengujian di Local Host
•Pengujian Usability
•Pengujian Sistem Navigasi (Struktur)
•Pengujian Graphic Design (Desain Visual)
•Pengujian Content
•Pengujian Compability
•Pengujian Loading Time
•Pengujian Functionality
•Pengujian Accesibility
•Pengujian Interactivity
Spesifikasi Testing
- Error dalam konten sering ditemukan dengan perhitungan manual atau pengukuran organisasi, contoh proofreading.
- Menguji struktur hypertext, pastikan halaman ter-link dengan benar (bukan merupakan Broken Link).
- Estetika, sebagai subjective requirement
- Multi-platform delivery, sebagai karakteristik performance yang berbeda dari seperangkat device.
- Multilinguality dan Usability
- Ketidakdewasaan dan multidisiplin team sering mengakibatkan lemahnya penerimaan metodologi dan kesiapan melakukan Testing.
- Web aplikasi berisi komponen software yang berbeda, contoh web server, database, middleware, dan integrasi sistem, seperti ERP sistem, Content Management System, dsb, yang di sediakan oleh berbagai vendor dan diimplementasikan dengan berbagai teknologi yang berbeda.
- Kematangan dari berbagai metode Testing dan perangkatnya
- Perubahan yang dominan membuat aplikasi web lebih komplek
Pendekatan Testing
•Pendekatan Konvensional (Conventional Approaches)
- Work Result (quality plan, test strategy, test plan, test case, test measurement, test
environtment,test reports)
- Rules (test manager, test consultant, test specialist, tool specialist)
•Agile Approaches
- Quality goal
- self organize of the team untuk membuat software yang sesuai dengan tujuan.
Conventional Approaches
Kegiatannya meliputi:
Planning
Meliputi Tujuan, Strategi testing umum, Rencana test untuk setiap level, Metode metrik dan pengukuran dan lingkungan testing.
Preparing
Mencangkup pemilihan teknik dan perangkat testing dan spesifikasi test case (termasuk test data).
Performing
Menyiapkan infrastruktur testing, jalannya test case dan evaluasi dan dokumentasi hasil test.
Reporting
Merupakan ringkasan dari hasil test dan membuat laporan tes.
Agile Approaches
• Agile Approaches berasumsi bahwa team akan menemukan solusi untuk masalah bersama dan tidak
terduga (reliance on self-organization).
• Testing bukan sebuah aturan tapi kolaborasi dan penggunaan terbaik dari kapabilitas yang ada dalam
sebuah tim.
• Testing adalah sebuah pengembangan aktifitas yang terintegrasi.
Kegiatan Agile Approaches meliputi:
•Pair Programming
•An on-site customer
•Continuous Integration
•Test-first Development
Tidak ada komentar:
Posting Komentar